@ Yana | Catatan Kehidupan

Mengenal Sistem Pendidikan Jepang

Jepang merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik didunia setelah Singapore melalui hasil survei PISA 2015. Konstitusi Jepang menetapkan dasar kebijakan pendidikan nasional, sebagai berikut: “Semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang sama sesuai dengan kemampuan mereka, sebagaimana ditentukan oleh hukum. Setiap orang yang memiliki anak laki-laki dan perempuan yang di bawah perlindungan mereka wajib menerima pendidikan sebagaimana diatur oleh undang-undang. Wajib belajar tersebut harus gratis (Ministry of Education, Culture, Sports, 2016).

Jenjang pendidikan di Jepang hampir sama dengan sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan pra sekolah dimulai dengan taman kanak-kanak untuk anak usia 3 – 5 tahun yang dilanjutkan dengan sekolah dasar selama 6 tahun, sekolah menengah pertama 3 tahun, sekolah menengah atas 3 tahun dan pendidikan tinggi. Usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama merupakan usia wajib belajar di Jepang.

Gambar 1. Sistem Pendidikan di Jepang (Ministry of Education, Culture, Sports, 2016)

Keberhasilan dan kemajuan di Jepang tidak terlepas dari masyarakat Jepang yang berkarakter sebagai hasil dari proses pendidikan karakter. Keberhasilan atau kemajuan suatu bangsa dapat dipengaruhi oleh karakter bangsa tersebut. Suatu bangsa yang mempunyai keterbatasan SDA dan kondisi SDM yang belum baik, namun karena mempunyai jiwa dan karakter tertentu akan mampu menjadi bangsa yang unggul (Mulyadi, 2014). Secara umum, Jepang telah membuktikan secara nyata. Masyarakat Jepang sangat menyadari akan pentingnya landasan dan pendidikan karakter yang baik bagi manusia dan masyarakat. Sehingga hasil dari pendidikan di Jepang adalah keunggulan karakter-karakter yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Pendidikan karakter mulai diajarkan dan diterapkan dari mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, baik secara formal maupun informal. Pada Sekolah dasar misalnya, siswa akan diajarkan mata pelajaran bahasa Jepang, pengenalan lingkungan hidup, musik, menggambar, olah raga, kerajinan, sains, aritmetika, dan ilmu sosial. Pada pelajaran ilmu sosial, siswa sekolah dasar di Jepang akan diajarkan pendidikan moral, berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan kegiatan sosial lainnya. Pendidikan karakter di Jepang diajarkan melalui pendidikan moral. Dan melalui pendidikan moral ini terbentuklah karakter masyarakat Jepang yang terkenal sebagai bangsa yang ulet, pekerja keras, gigih, jujur, memiliki rasa toleransi, dan rasa kesetiakawanan yang tinggi (Mulyadi, 2014). Hal ini tentu saja berdampak pada proses dan hasil pendidikan di Jepang.

Refferensi:

  1. Mulyadi, B. (2014). Model Pendidikan Karakter dalam Masyarakat Jepang. IZUMI: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Jepang, 3(1), 69–80.
  2. Ministry of Education, Culture, Sports, S. and T. J. (2016). Principles Guide Japan’s Educational System. Retrieved December 12, 2016, from http://www.mext.go.jp/en/policy/education/overview/index.htm