@ Yana | Catatan Kehidupan

Aug 07

RESTful Web Service

RESTful web service adalah gaya arsitektur yang didasarkan  pada pemindahan representasi sumber daya dari server ke klien. RESTful diidentifikasi oleh URI (Universal Resource Identifier) dan berkomunikasi menggunakan protokol HTML (Sommerville, 2011). REST (Representational State Transfer) adalah arsitektur client-server dimana client mengirimkan permohonan kepada server dan kemudian server memproses permohonan tersebut dan mengembalikan respon kepada client. REST pertama kali dikenalkan oleh Roy fielding dalam disertasi doktornya (Mumbaikar & Padiya, 2013).

RESTful web service menggunakan metode HTTP (Hypertext Transfer Protocol) secara eksplisit. Sebagai contoh HTTP DELETE digunakan oleh klien sebagai metode untuk menghapus sebuah resource. Tabel II.1 menunjukkan metode HTTP yang digunakan dalam RESTful web service.

Tabel II. 1 Metode HTTP

HTTP Verb CRUD

Keterangan

POST

Create

Method yang digunakan untuk menginstruksikan server untuk menerima entitas tertutup dalam hal meminta sebagai resources baru

GET

Read

Method yang digunakan untuk mengambil resources atau informasi

PUT

Update/Replace

Method yang digunakan untuk meminta server menyimpan entitas tertutup di bawah permintaan URI

DELETE

Delete

Method yang digunakan untuk menghapus RESTful Resources.

Dalam setiap metode HTTP yang digunakan, baik itu POST, GET, PUT atau DELETE selalu akan menimbulkan kode status HTTP. Sebagai contoh bila suatu permohonan berhasil atau sukses dieksekusi, maka protokol akan menampilkan kode respon 200 yang berarti OK atau Succesfull. Tabel II.2 menunjukkan kode dan status respon dari permohonan klien.  

Tabel II. 2 Kode Status HTTP

Kode Respon

Status

Keterangan

200

OK

Kode status sukses

201

CREATED

Request berhasil dibuat

204

NO CONTENT

Tidak ada content

304

NOT MODIFIED

Mengindikasikan tidak ada perubahan data dari request sebelumnya

400

BAD REQUEST

Pesan kesalahan umum pada saat permintaan tidak dapat dipenuhi

401

UNAUTHORIZED

Pesan kesalahan untuk token yang tidak valid atau hilang

403

FORBIDDEN

Pesan kesalahan untuk pengguna yang tidak berwenang

404

NOT FOUND

Sumber yang diminta tidak dapat ditemukan

405

METHOD NOT ALLOWED

Method tidak didukung server

409

CONFLICT

Pesan kesalahan yang menunjukkan bahwa permintaan tidak dapat diproses karena konflik

500

INTERNAL SERVER ERROR

Sebuah pesan kesalahan umum, diberikan bila tidak ada pesan yang spesifik cocok

Pemilihan RESTful web service dalam penelitian ini didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan berikut:  

  • Kinerja RESTful Web Service lebih baik dari pada SOAP, baik di jaringan wireless maupun kabel (Mumbaikar & Padiya, 2013) (Dudhe, A., & Sherekar, S, 2014)
  • RESTful web service Ringan, mudah dan mempunyai fleksibilitas yang tinggi (Mumbaikar & Padiya, 2013)
  • REST ful web service lebih cepat daripada SOAP (Dudhe, A., & Sherekar, S. , 2014)
  • RESTful web service cocok untuk digunakan diperangkat bergerak (Dudhe, A., & Sherekar, S, 2014)

 

Daftar Pustaka

  1. Dudhe, A., & Sherekar, S. (2014). Performance Analysis of SOAP and RESTful Mobile Web Services in Cloud Environment. International Journal of Computer Applications, 1–4. Retrieved from http://research.ijcaonline.org/rtinfosec/number1/rtinfosec1401.pdf
  2. Sommerville, I. (2011). Software Engineering (9th ed.). Addison-Wesley. http://doi.org/10.1111/j.1365-2362.2005.01463.x
  3. Mumbaikar, S., & Padiya, P. (2013). Web Services Based On SOAP and REST Principles. International Journal of Scientific and Research Publication, 3(5), 3–6. Retrieved from http://www.ijsrp.org/research-paper-0513/ijsrp-p17115.pdf